BABEK TNI

Click here to edit subtitle

Beranda

BABEK TNI NEWS

Perjalanan sejarah Babek TNI
Dalam perjalanan sejarah perkembangan organisasi TNI secara umum dan Badan Pembekalan TNI (Babek TNI) secara khusus mengalami perubahan-perubahan walaupun perubahan tersebut relatif kecil kadarnya yakni sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden RI Nomor 79 tahun 1969 yang merupakan penyempurnaan dari Keputusan Presiden RI nomor 132 tahun 1968 pasal 40 yang berbunyi :
“Badan Pembekalan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia disingkat Babek ABRI adalah Badan Pelaksana Pusat dalam Departemen Pertahanan Keamanan yang menyelenggarakan pembinaan di bidang Pembekalan bekal umum ABRI”.

        Dengan demikian secara yuridis konseptual Babek ABRI telah ada sejak tahun 1969, namun pada saat itu rumusan dan bentuk organisasi masih sangat sederhana. Kemudian pada pertengahan tahun 1970 secara bertahap mulai terealisasi diawali dengan penugasan Mayjen TNI Jansen Rambe yang pada waktu itu adalah Direktur Intendans TNI Angkatan Darat untuk menjabat sebagai Kepala Badan Pembekalan ABRI (Kababek ABRI). Pelantikan Mayjen TNI Jansen Rambe sebagai Kababek ABRI dilakukan pada tanggal 29 Juni 1970. Peristiwa pelantikan inilah kemudian dijadikan tonggak awal sejarah kelahiran Babek ABRI, yang setiap tahunnya diperingati.

Empat bulan kemudian setelah dilantik, Kababek ABRI membentuk Staf proyek yang berfungsi sebagai Staf pembantu Kababek ABRI untuk menyusun dan merumuskan bentuk organisasi Babek ABRI. Pembentukan staf Proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah Menhankam/Pangab nomor Prin/B/306/X/1970 tanggal 27 Oktober 1970. Setelah kurang lebih dua tahun Staf Proyek bekerja dan atas bimbingan dari Kababek ABRI, akhirnya berhasil mewujudkan organisasi Babek ABRI yang kemudian karya nyata itu dikukuhkan Menhankam/Pangab melalui Keputusan nomor Kep/A/9/II/1972 tanggal 25 Februari 1972. Dalam keputusan tersebut ditegaskan pada konsiderannya bahwa dalam rangka terwujudnya integrasi ABRI maka pembekalan umum ABRI dipertanggungjawabkan pengadaannya kepada Pembina tunggal yang merupakan Badan Pelaksana Pusat Departemen Pertahanan Keamanan. Secara formal sistem pembinaan tunggal tersebut ditegaskan dalam instruksi Menhankam/Pangab nomor Ins/B/4/II/1970 tanggal 25 Februari 1970 dimana Babek ABRI ditetapkan sebagai Pembina tunggal untuk semua bekal logistik yang bersifat umum kecuali obat-obatan.

 

        Setelah Babek ABRI berusia lebih kurang sepuluh tahun terjadi perkembangan organisasi yang merupakan realisasi dari Keppres RI nomor 46 tahun 1983 tentang Pokok-pokok dan Susunan Organisasi Dephankam dan Unit Organisasi Mabes ABRI kemudian diikuti dengan Keppres RI nomor 60 tahun 1983 yang mengatur tentang Pokok-pokok dan Susunan Organisasi ABRI. Dengan terbitnya kedua Keppres tersebut, maka organisasi Babek ABRI pun dilakukan reorganisasi dan penyesuaian yang kemudian pengorganisasiannya dikukuhkan dengan Keputusan Pangab nomor Kep/01/P/1/1984 tanggal 20 Januari 1984 tentang Pokok-pokok Organisasi Babek ABRI. Sebagai pedoman pelaksana operasional Kababek ABRI menerbitkan Surat Keputusan nomor Skep/009/VIII/1985 tanggal 18 Agustus 1985 tentang Prosedur Kerja Babek ABRI.

        Berdasarkan Surat Keputusan Menhankam/Pangab nomor Skep/295/P/IV/1999 tanggal 21 April 1999 tentang Pengesahan sebutan nama Kesatuan, Jabatan, Kopstuk, Tulisan dinas, Lambang dan Cap dinas, dimana sebutan Badan Pembekalan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Babek ABRI) berubah menjadi Badan Pembekalan Tentara Nasional Indonesia (Babek TNI).

       Kemudian dengan adanya validasi secara umum dalam tubuh organisasi TNI maka berdampak pula pada perubahan organisasi ke seluruh Balakpus Mabes TNI termasuk Babek TNI. Maka sesuai Keputusan Panglima TNI nomor Kep/09/VII/2002 tanggal 18 Juli 2002 terjadilah validasi organisasi Babek TNI, namun pada saat tahap evaluasi dipandang perlu dapat disampaikan saran penyempurnaan atas Keputusan Panglima TNI tersebut.

    Maka berdasarkan Keputusan Panglima TNI nomor Kep/13/IX/2002 tanggal 9 September 2002 terbitlah Keputusan tentang penyempurnaan Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur (POP) Babek TNI, selanjutnya Keputusan tersebut ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Kababek TNI nomor 01/I/2003 tanggal 20 Januari 2003 tentang Naskah Sementara Prosedur dan Mekanisme Kerja Babek TNI.

         Adapun nama-nama Pejabat Kababek TNI dari tahun 1970 hingga sekarang adalah sebagai berikut :

 

  1. Tahun 1970 – 1975 Mayjen TNI Jansen Rambe
  2. Tahun 1975 – 1978 Mayjen TNI Soeraryo Iskandar
  3. Tahun 1978 – 1980 Mayjen TNI Drs. Haryo Soeroso
  4. Tahun 1980 – 1983 Mayjen NI H.R. Soehardjo
  5. Tahun 1983 – 1987 Mayjen TNI Dading Kalbu Adi
  6. Tahun 1987 – 1991 Brigjen TNI Soemartono D.

7.   Tahun 1991 – 1993 Brigjen TNI M. Saroso Soekardiman

8.   Tahun 1993 (selama delapan bulan) Brigjen TNI Sarmono W.

9.   Tahun 1993 – 1995 Brigjen TNI Drs. Soehardjo

10. Tahun 1995 – 1996 Brigjen TNI Izaak Take

11. Tahun 1996 – 1997 Mayjen TNI Makmun Basri

12. Tahun 1997 – 1999 Brigjen TNI Tabri

13. Tahun 1999 – 2002 Brigjen TNI Herman L.D.

    14. Tahun 2002 – 2004 Brigjen TNI Amari
    15. Tahun 2004 – 2006 Brigjen TNI Abi Kusno                                                                                       
    16. Tahun 2006 – 2009 Brigjen TNI Saryono
    17. Tahun 2009 - 2011 Mayjen TNI Johanes Budi Raharjo
    18. Tahun 2011 - 2013 Mayjen TNI Dr. Ir Suharno
    19. Tahun 2013 - Sekarang Brigjen TNI Raharjo, S.Sos
    Arti Logo Babek TNI "Cigra Titis Tanggap"

    Cigra      : Kecepatan bertindak dengan teliti, cermat dan benar dalam mendukung kesiapsiagaan pelaksanaan tugas pokok.

    Titis        : Ketepatan dalam melaksanakan tugas yaitu tepat waktu, mutu, tempat, jumlah dan sasaran.

    Tanggap : Memiliki kepekaan yang tinggi  terhadap situasi dan kondisi kebutuhan bekal baik kualitas maupun kuantitas serta bertindak dengan skala prioritas dan waktu yang singkat.








    Kepala Badan Pembekalan TNI

     Brigadir Jenderal Raharjo, S.Sos

    0:00/1:18